MAKALAH MANUSIA DAN KEINDAHAN
NAMA :
FAJAR KURNIAWAN
NPM
: 52417110
KELAS :
1IA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena atas
ijin dan kuasanyalah sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini
dengan baik. Makalah ini berjudul “ Manusia dan Keindahan “ dimana
didalamnya membahas tentang makna keindahan, makna renungan , serta makna
kehalusan.
Pada dasarnya makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas
matakuliah Ilmu Budaya Dasar, Namun lebih dari itu penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk menambah ilmu
pengetahuan kita umumnya tentang manusia dan keindahan.
Ucapan terima kasih kepada dosen pengajar mata kuliah IBD, seluruh
teman-teman Teknik Informatika, serta semua yang ikut memberikan bantuan baik
berupa materi, tenaga ataupun sumbang pikiran atas terselesaikanya makalah ini.
Kurang dan lebihnya penulis memohon maaf dan akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih.
Hormat kami,
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul.................................................................................................................... i
Kata Pengantar................................................................................................................... ii
Daftar Isi........................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………........................ 3
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………........... 3
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………........... 3
BAB II PEMBAHSAN
BAB III PENUTUP……………………………………………............................. 15
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….......................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Setiap manusia mempunyai sifat keindahan yang berbeda-beda dengan
sesamanya. Karena itu merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa kepada
setiap umatnya untuk merasakan apa aja yang ada di alam ini.
Ditinjau dari segi bahasa,Keindahan berasal dari kata Indah, diartikan
sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, nyaman, bagus benar atau elok.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan dalam arti estetika murni
menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu
yang diserapnya. Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih
disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan
Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Nilai Estetik menurut Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa,
pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti
halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai Pendidikan, dan sebagainya.
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan
diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Renungan adalah hasil merenung. Keserasian berasal dari kata
serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok, sesuai, atau kena
benar . Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian
perpaduan, ukuran dan seimbang. Kehalusan berasal dari kata Halus artinya
tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab.
Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.
1.2.Rumusan
masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut
:
1. Apa pengertian Manusia ?
2. Apa pengertian Keindahan?
3. Apa makna dari keindahan?
4. Apa hubungan
manusia dengan keindahan?
5. Apa keserasian
dan kehalusan dari keindahan?
1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menyadari makna
keindahan, , keserasian, dan kehalusan bagi manusia serta menerapkan
dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran
untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan
perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang
baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat
diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan
makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu
bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi
sekaligus makhluk sosial.
Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia
berasal dari kata “manu” (Sansekyerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk
lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta,
sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primatadari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
B. Pengertian keindahan
Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan atau "Beauty" adalah
sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia,Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa
keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Contohnya Suara,
Warna, dan sebagainya. Semua itu termasuk indah yang merupakan ciptaan Tuhan
secara langsung.
Tidak demikian halnya dengan keindahan yang merupakan karya cipta manusia.
Keindahan yang merupakan karya cipta manusia itu dibatasi oleh ruang dan
waktu. Meskipun keindahan karya cipta manusia itu universal, akibat
pemaknaannya akan berbeda. Perbedaan itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Keindahan juga identik dengan
kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang bertambah,
yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Sesuatu yang mengandung
kebenaran (bukan tiruan/ Asli) Keindahan juga bersifat Universal, yang tidak
terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan.
Kemudian pertanyaannya apakah keindahan itu? Apakah nilai Estetik itu? Yang
mendorong manusia menciptakan keindahan.
Menurut sejarah Yunani kuno abad 18, pada saat itu
pengertian keindahan telah di pelajari oleh para Filsuf. Menurut The Liang Gie
dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris
Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful” , bahasa Perancis “Beau”,
Italia dan Spanyol “Bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin “Bellum”,
akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk
pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
Kemudian menurut luas cakupannya, Keindahan dibedakan menjadi tiga macam
pengertian, yaitu :
a) Keindahan Dalam Arti Luas
Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie,
mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari
pemikiran Plato, yang menyangkut adanya watak yang indah dan hukum yang indah:
Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga
menyenangkan; Plotinus yang ber bicar a tentang ilmu yang indah dan kebajikan
yang indah atau bisa pula disimak dari apa yang biasa dibicar akan oleh or ang-
orang Yunani mengenai buah pikir an yang indah dan adat kebiasaan yang indah.
Tetapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetik
disebutnya “Syimmetria” , untuk keindahan berdasarkan pengelihatan. (misalnya
pada seni pahat dan arsitektur) dan “Harmonia” untuk keindahan bedasarkan
pendengaran (musik).
Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi :
Keindahan Seni
Keindahan Alam
Keindahan Moral
Keindahan Intelektual
Keindahan Dalam Arti Estetika Murni
Hal ini murni menyangkut pengalaman estetik seseorang
dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Keindahan Dalam Arti Terbatas
Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang
lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap
dengan Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Filsuf seni merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat
antara penerapan-penerapan inderawi kita (Beauty is unity of formal realitions
of our sense percepctions). Thomas Aquinos(1225-1274) mengatakan bahwa
keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum
placet).
Kata estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau
sensitivitas, karena memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan
lidah dan perasaan. Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu
keindahan atau ilmu yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum.
Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita memandang sesuatu obyek dan obyek
itu dapat memberikan rasa senang, puas dan sebagainya yang sejalur dengan kata
tersebut, maka dapat dikatakan obyek yang dipandang itu mengandung keindahan.
Dalam perkembangannya, pengertian ini, kemudian berubah meluas, tidak lagi
berkaitan dengan lidah dan perasaan, tetapi berhubungan dengan pikiran, etika
dan logika.
Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap
sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai Moral, nilai Ekonomi, nilai
Pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang
tercakup dalam pengertian keindahan disebut Nilai Estetik.
Dibawah ini adalah alasan dan tujuan manusia menciptakan keindahan :
a. Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang sudah
tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan pada zaman sekarang, sehingga dirasakan
sebagai hambatan yang dapat merugikan nilai- nilai kemanusiaan dan dipandang
sebagai hak- hal dapat mengurangi nilai moral bermasyarakat, sehingga bisa
dikatakan tiodak indah.
b. Kemerosotan zaman
Keadaan yang
merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.
Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan bejat
terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa
menghiraukan ketentuan- ketentuan agama dan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat. Yang demikian itu tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.
c. Penderitaan Manusia
Penderitaan merupakan
hal yang pernah dialami semua orang, dan hal ini merupakan resiko hidup manusia,
yang diberikan oleh Tuhan agar manusia sadar untuk tidak menjauh dariNya.
Walaupun penderitaan adalah resiko hidup manusia, tapi hampir semua orang
menyukai adanya penderitaan, dan menganggap penderitaan merupakan hal yang
tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.
d. Keagungan Tuhan
Keindahan merupakan
anugerah yang diberikan oleh manusia dan maka dari itu kita sebagai manusia
wajib mensyukurinya, dan sebagian dari kita mengungkapkan rasa syukur tersebut
dalam bentuk karya seni, seperti melukis pemandangan, yang merupakan hasil
karya seni yang Agung yang diciptakanoleh Allah untuk kita sebagai hambanya.
C. Makna Keindahan
Sebenarnya yang namanya keindahan itu secara akademis sudah dikaji
manusia sejak abad ke delapan belas, pada saat para filsuf banyak tertarik
untuk mengembangkan estetika, salah satu cabang dari filsafat yang tidak lain
berbicara soal keindahan.
Beberapa definisi keindahan berdasarkan pendapat para
ahli antara lain :
Mortiner Adler mendefinisikan keindahan
adalah Sifat dari suatu benda yang memberi kita kesenangan yang
tidak berkepentingan yang kita bisa memperolehnya semata-mata dari memikirkan
atau melihat benda individual itu sebagaimana adanya.
Thomas Aquinas mendefinisikan keindahan
adalah Sesuatu yang menyenangkan ketika dilihat.
Charles J. Bushell mendefinisikan
keindahan adalah Kualitas yang mendatangkan penghargaan yang mendalam tentang
bebagai nilai atau ideal yang membangkitkan semangat Keindahan
adalah perpaduan dari sesuatu yang baik bentuknya dengan yang bertenaga hidup.
David Hume Hamsterhuis mendefinisikan
keindahan adalah Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang,
dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat- singkatnya paling banyak
memberikan pengalaman yang menyenangkan
Kahlil Gibran Keindahan adalah sesuatu
yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun
menerima
Winchelmann : Keindahan dapat terlepas
sama sekali dar i kebaikan
Sulzer : Yang indah hanyalah yang
baik. Jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat
memupukan rasa moral. Jadi ciptaan- ciptaan yang amoral tidak bisa
dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral
Dengan melihat demikian beragamnya pengertian
keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian
kecil, boleh jadi akan mengecewakan kita yang memuaskan. Namun demikian, dari
berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam
kelompok-kelompok pengertian tersendiri, paling tidak kita bisa menangkap arah
atau kecenderungan dari suatu pengertian yang dikemukakan seseorang sesuai
dengan pengelompokan seseor ang sesuai dengan pengelompokan- pengelompokan yang
ada. Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah
sebagai berikut :
1. Pengelompokan pengertian keindahan
berdasar pada titik pijak atau landasannya. Dalam hal ini ada 2 pengertian
keindahan, yaitu yang bertumpu pada objek dan subjek. Yang pertama, yaitu yang
bertumpu Keindahan Objektif adalah keindahan yang memang ada pada objeknya
sementara kita sebagai pengamat harus menerima sebagaimana mestinya. Sedangkan
yang kedua, yang disebut Keindahan Subjektif adalah keindahan yang biasanya
ditinjau dari segi subjek yang melihat dan menghayatinya. Disini keindahan
diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri
si penikmat dan penghayat (Subjek) tanpa dicampuri keinginan–keinginan yang
bersifat praktis, atau kebutuhan-kebutuhan pribadi si penghayat.
2. Pengelompokan
pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya. Bertitik tolak dari
landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan
keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam
ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa inggris yang mengenalnya
istilah Beauty untuk keindahan yang pertama, dan isitilah The beautiful untuk
pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal- hal tertentu yang memang indah.
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar
luas-sempitnya. Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian
keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang
terbatas. Dari apa yang dikemukakan di atas, dua hal bisa kita petik,
yaitu : Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban
terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam- macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna relatif, yaitu sangat
tergantung kepada subjeknya.
D. Menyebutkan teori-teori dalam renungan.
Renungan berasal dari kata renung yang berarti berdiam diri memikirkan
sesuatu secara mendalam dalam rangka memperbaiki diri dari tingkah laku yang
kurang indah yang merupakan siatu bentuk koreksi diri. Merenung juga bisa
berari mengevaluasi diri dari berbagai kesalahan, kealpaan dan dosa, baik
itu terhadap orang lain maupun Tuhan.
Sedangkan merenung dalam rangka mengevaluasi pengetahuan yang dimiliki
disebut berfilsafat. Pemikiran kefilsafatan mempunyai karakteristik tersendiri
yaitu :
·
Menyeluruh artinya mengunakan seluruh
pengetahuan yang dimiliki.
·
Mendasar artinya berpikir sampai pada
akar permasalahanya.
·
Spekulatif artinya pemikirannya dapat
dijadikan dasar bagi pemikiran-pemikiran selanjutnya.
Renungan yang berhubungan dengan keindahan didasarkan atas tiga teori yaitu
:
·
Teori pengungkapan, seni merupakan
pengungkapan kesan kesan keindahan.
·
Teori metafisika, seni merupakan duni
tiruan dari suatu realitas.
·
Teori Psikologi menyatakan bahwa proses
penciptaa seni adalah
pemenuhan keinginan bahwa sadar seorang seniman.
E. Hakikat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada
suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan
(harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan
(contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan
bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf
abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang
menyenangkan bilamana dilihat.
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang
sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang
disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang
terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya
pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika
keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art”
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif
adanya, yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang
indah dalam pikirannya sendiri.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif
adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada
suatu objek.
Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan
pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan
itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek
substansi.
F. Hubungan Manusia dengan
Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu
melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk
kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat
menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan
terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas
keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,
sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan
merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan
merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai
yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu
yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan
lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu
kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam
seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai
obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia
mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat
terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua
bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam
itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak
kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan
kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan
pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu
bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai
daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu
berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang
lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda
dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan
untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai
kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh
merupakan persahabatan yang paling indah.
G. Renungan
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah
hasil merenung. Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal
kejadian dengan mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau
pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal. Setiap orang pernah
merenung. Sudah tentu kadar r enungannya satu sama lain berbeda, meskipun objek
yang direnungkannya sama, lebih pula apabila objek renungannya berbeda. Jadi
apa yang direnungkannya itu bergantung kepada objek dan subjek .
Setiap kegiatan untuk merenung atau mengavaluasi segenap pengetahuan yang
dimiliki dapat disebut berfilsafat. Jadi berfilsafat adalah terjadinya proses
pembicaraan, evaluasi dengan hati kita sendiri mengenai suatu peristiwa.
Contoh hasil renungan yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan
gaya gravitasinya. Akan tetapi tidak semua orang mampu berfikir
kefilsafatan. Pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran.
Penalaran adalah proses berpikir yang logik dan anal itik. Berpikir merupakan
kegiatan untuk menyusun pengetahuan yang benar. Berpikir logik menunjuk pola
berpikir secara luas. Kegiatan berpikir dapat disebut logik ditinjau dari suatu
logika tertentu. Maka ada kemungkinan suatu pemikiran yang logik akan menjadi
tidak logik bila ditinjau dari sudut logika yang lain.
Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang juga menyandarkan diri kepada
suatu analisis. Analisis adalah kegiatan berpikir berdasarkan langkah- langkah
tertentu, sehingga pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak
langsung. Pemikiran ilmiah (keilmuan) dan pemikiran kefilsafatan mendasarkan
diri kepada logika analitik.Hanya saja pemikiran kefilsafatan mempunyai karakteristik sendiri yang
berbeda dengan karakter keilmuan.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu:
1. Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya
ditinjau dari sudut pandang tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui
antara ilmu yang satu dengan ilmu-ilmu yang lain.Hubungan ilmu dengan
mor al seni dan tujuan hidup.
2. Mendasar artinya pemikiran yang dalam
sampai kepada hasil yang fundamental (keluar gejala), sehingga dapat dijadikan
dasar berpjak bagi segenap bidang keilmuan.
3. Spekulatif artinya hasil pemikiran
yang di dapat diijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran selanjutnya. Hasil
pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan
yang baru.
H. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya
cocok, sesuai, atau kena benar . Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung
unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Perpaduan misalnya orang
berpakaian antara kulit dan warnanya yang dipakai cocok. Sebaliknya orang hitam
memakai wana hijau, tentu makin hitam. Warna hijau pantas dipakai oleh orang
berkulit kuning. Atau kepasar menggunakan pakaian pesta, atau sebaliknya
berpesta menggunakan pakaian santai, dan lain-lain. Hal seperti ini tentu tidak
serasi dan kur ang cocok, kurang kena. Dan tentu akan dikatakan oleh setiap
orang “ Sayang” atau kata-kata lain yang menunjukkan kekecewaan. Oleh karena
yang memandang itu merasa kecewa dengan adanya hal yang kurang serasi .
Dalam memadu rumah dan halaman, rumah yang bagus dengan halaman luas dan
tersusun rapi dengan bunga-bunga yang indah, orang akan memuji keserasian itu.
Tetapi sebaliknya, rumah yang bagus yang tidak mempunyai halaman tentu orang
akan mengatakan “Sayang” . Jadi dalam hal memadu rumah dan halaman itu ada
unsur ukuran- ukuran yang seimbang.
Dalam berpakaian sangat diutamakan keserasian warna
dan bentuk serta potongan tubuh. Atau dapat juga kita kagum atas kecantikan
wanita dan kecakapan pria pada waktu duduk. Setiap orang melihat terheran-heran
melihat wajahnya. Hampir semua mata memandang ke arah wanita atau pria yang
dikagumi semua yang hadir itu. Tetapi setelah berdiri, semua orang mengeluh
“Sayang”, karena tinggi orang itu tidak sesuai dengan harapan kita, ternyata
terlalu pendek hal seperti itu juga menyatakan ukuran.
Contohnya Lagu merupakan pertentangan suara
tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lembut yang terpadu begitu rupa, sehingga
telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita merasa puas. Tetapi
apabila terjadi sekonyong- konyong suara yang seharusnya menurut rasa kita
menanjak justru kebalikannya, kita tentu akan kecewa. Dalam hal lagu, irama
yang indah itu merupakan per tentangan yang serasi.
Karena itu, dalam keindahan itu, sebagian besar ahli
pikir mejelaskan, bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualita pokok
tertentu yang terdapat pada sesuatu hal; Kualita yang paling sering disebut
adalah Kesatuan (Unity), Keselarasan (Har mony), Ketangkupan (Symetry),
Keseimbangan (Balance) dan Pertentangan (Contrast). Selanjutnya dalam hal
keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan pertentangan
dari garis, warna, bentuk dan kata-kata. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa
Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan
diantara benda itu dengan si pengamat.
Keserasian identik dengan Keindahan. Keindahan adalah
suatu susunan keserasian yang dapat menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan
pendengaran. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak
indah. Pendapat lain mengatakan, bahwa pengalaman estetik sebagai suatu
keselarasan dinamik dan per enungan yang menyenangkan. Dalam keselar asan itu
seseorang memiliki perasaan seimbang dan tenang dan mempunyai cita rasa akan
sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang
menyenangkan hati dan ingin memper panjangnya.
Keserasian tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab
keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran. Atau keserasian
merupakan pertentangan antara nada-nada tinggi-rendah, keras-lembut, dan
panjang-pendek. Kadang-kadang kemewahan menunjang
keserasian, tetapi tidak selalu .
I. Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut,
sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus,
kesopanan dan atau keadaban. Halus bagi manusia iu sendiri ialah berupa
sikap, yakni sikap halus. Sikap halus adalah sikap lembut dalam menghadapi orang.
Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap
anggota badan lainnya.
Halus itu berarti sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil
maupun masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau
sikap orang sedang emosi,bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang
sedang bermusuhan. Sikap halus atau lembut merupakan gambaran hati yang
tulus serta cinta kasih ter hadap sesama. Sebab itu orang yang bersikap halus
atau lembut biasanya suka memperhatikan kepentingan orang lain, dan suka
menolong orang lain. Sikap lembut merupakan perwujudan pula dari sifat-sifat
ramah, sopan, sederhana dalam pergaulan. Sikap halus juga dimiliki orang
yang bersikap rendah hati. Karena orang yang bersikap rendah hati adalah orang
yang halus tutur bahasanya, sopan tingkah lakunya, tidak sombong, tidak
membedakan pangkat dan derajat dalam pergaulan.
Kehalusan atau kelembutan atau sebaliknya kekerasan itu yang menilai orang
lain, orang yang dihadapi atau orang yang menyaksikan. Sudah tentu yang dinilai
adalah gerak laku, roman muka, tutur bahasa, dan sebagainya. Anggota
badan yang melahirkan sikap kehalusan itu ialah Kaki, Tangan, Kepala, Mulut,
Bibir, Mata, Bahu. Selain itu roman muka, perkataan, pemilihan kata, penyusunan
kalimat dan irama bahasa juga dapat dinilai halus dan tidaknya.
Bagian Rohaniah yang melahir kan sikap : Kemauan, Perasaan dan Pikiran atau
Karsa, Rasa dan Cipta. Tiga unsur Rohaniah ini saling berkaitan, saling
mempengaruhi dan mewujudkan tingkah laku, tutur bahasa, perbuatan yang semuanya
itu dapat dinilai kehalusan dan kekasarannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun yang menjadi
kesimpulan makalah ini adalah sebagai berikut :
Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat dari
sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya, keadaan yang enak
dipandang, cantik, bagus benar atau elok.
Merenung artinya secara diam-diam
memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam. Renungan adalah pembicaraan
diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.
Keserasian berasal dari kata serasi;
serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar . Kata
cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian per paduan, ukur an
dan seimbang.
Kehalusan berasal dari kata Halus artinya
tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan
berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.
B. Saran
Saran dari penyusun
adalah sebaiknya makalah ini dipelajari dan dipahami maksud isi dan bahasanya
sehingga kita semua lebih mengerti tentang manusia dan keindahan serta mampu
menerapkanya didalam kehidupan kita sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:
Posting Komentar