MAKALAH MANUSIA DAN CINTA KASIH
NAMA : FAJAR KURNIAWAN
NPM : 52417110
KELAS : 1IA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah. Makalah ini membahas “Manusia dan Cinta kasih”.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
BAB
1
Pendahuluan
1.1 Latar
belakang
Manusia
adalah salah satu makhluk hidup yang sangat berpotensi untuk cenderung lebih
sering mengungkapkan perasaanya demmi sesuatu yang mereka anggap berharga
dengan cara berbeda sesuai dengan ukuran tertentu. Perasaan itu lah yang banyak
menimbulkan pengaruh besar bagi manusia maupun lingkungan yang ada didalamnya.
Perasaan-perasaan
tersebut diantaranya ialah cinta kasih. Cinta kasih ialah perasaan suka(sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Walaupun cinta
kasih mengandung arti hampir sama, antarakeduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih
mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan
pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai.
Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat
diwujudkan secara nyata.
Dengan
demikian, unutk lebih jelasnya saya akan membahas perihal diatas pada blog saya
kali ini yang berjudul “ Manusia dan Cinta Kasih”.
1.2 Rumusan
masalah
Adapun
rumusan masalah yang saya susun, antara lain :
1. Apai
tu pengertian manusia dari segi apapun ?
2. Apa
itu cinta dan bagaimana penerapanannya ?
3. Apa
itu kasih dan bagaimana penerapanannya ?
1.3 Metode
penyusunan
Metode
penyusunan yang saya gunakan kali dengan menggunakan metode pustaka maupun
online.
1.4 Tujuan
penyusunan
Adapun
tujuan dari penyusunan, antara lain :
1. Dapat
menjelaskan pengertian manusia, cinta, dan kasih ?
2. Dapat
mengetahui beberapa pengelompokkan tentang cinta ataupun kasih
BAB
2
Pembahasan
2.1 Pengertian
Manusia
Manusia adalah wujud yang
terbentuk dari beberapa gumpalan darah dan daging yang saling menyatu untuk
malakukan fungsi tertentu yang sudah dijadikan sebagai kodratnya. Adapun
beberapa pengertian menurut beberapa ahli filsafat :
· Pusat
perhatian para sofis terhadap manusia,tercermin dari kata-kata terkenal
protagonis :” manusia adalah ukuran segala-segalanya(man is the measure of all
things)”.
· Ajaran
sokrates pun ikut menyelidiki dan memandang manusia lebih kurang dari segi yang
sama seperti mereka: sebagai makhluk yang mengenal, yang harus mengatur tingkah
lakunya sendiri dan yang hidup dalam masyarakat.
2.1.2 Cinta
Ada beberapa pendapat mengenai
pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S.
Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang
(kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
2.1.3 Kasih
Pengertian
kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta
yaitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam
berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini
merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut
tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian,
saling terbuka, sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh.
Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu
disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan
keluarga.
Secara
umum, dapat dikatakan bahwa arti
cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih
memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasihan. Walaupun sebenarnyacinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu
cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih
merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang
dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih
dapat diwujudkan secara nyata.
· Erich
Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan
bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan
yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah
hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan
unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan
pengenalan.
· Dr.
Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure,
yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya
kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia
sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak,
Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti
sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai,
rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang
mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah
satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut
bukan cinta.
· Cinta
menurut agama Islam, ada yang berpendapat bahwa etika cinta
dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama, tetapi dalam
kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan. Di
satu pihak ada yang mengatakan, cinta di dengungkan lewat lagu dan organisasi
perdamaian dunia, tetapi di pihak lain ada juga yang mengatakan dalam praktik
kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan.
Cinta menampakkan di dalam kehidupan manusia dalam berbagai bentuk, kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang seseorang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya allah dan rasulnya, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an
Cinta menampakkan di dalam kehidupan manusia dalam berbagai bentuk, kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang seseorang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya allah dan rasulnya, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an
Secara sederhana cinta kasih
adalah perasaan kasih sayangi bersamaan dengan unsur keterikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal /
Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan
dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan
akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan
keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
2.2 Macam-Macam
Cinta
Menurut Erich Fromm (1983 :
54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai
macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :
1. Cinta
Diri Sendiri
Secara alami manusia
mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta
diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini
bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus
dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi
seimbang ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap
dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada
orang lain untuk berbuat baik.
2. Cinta
Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia
atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu
sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama
manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti
karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya,
melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu
disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia
sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.
3. Cinta
Erotis
Cinta yang erat dorongannya
dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif
(khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan
cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis
jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam
melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika
tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga
yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias
berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga
perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan
timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi
berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.
4. Cinta
Keibuan
Kasih sayang itu bersumber
dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu
terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang
ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan
naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat
bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
5. Cinta
terhadap Allah
Merupakan puncak cinta
manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat
perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta
yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan
pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk
cinta yang lain.
6. Cinta
terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang
sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat
luhur lainnya.
2.3 Perbedaan
Cinta dan Nafsu dan Unsurnya
Perbedaan antara cinta dengan nafsu
adalah sebagai berikut:
1. Cinta
bersifat manusiawi
2. Cinta
bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
3. Cinta
menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut
Cinta juga selalu menyatakan unsur –
unsur dasar tertentu, yaitu:
1. Pengasuhan,
contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya
2. Tanggung
jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas suka rela
3. Perhatian,
merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang
lain agar mau membuka dirinya
4. Pengenalan,
merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia
gambar 4.1 cinta
kasih
2.4 Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta
kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan
cara :
1. Cara
mewujudkan cinta diri sendiri
Dapat dilakukan dengan
mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri
terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi-
wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
2. Cara mewujudkan cinta sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan dengan
perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong
menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910)
seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong
setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859)
mendirikan Palang Merah International (1863).
3. Cara
mewujudkan cinta erotis
Dapat dilakukan apabila
dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat
atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan
yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
4. Cara
mewujudkan Cinta Keibuan
Dapat dilakukan dengan
dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak
dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih
sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di
jauhkan dari segala kesusahan.
5. Cara
mewujudkan Cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan
dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan
beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi
larangan yang sudah di tentukan Nya.
6. Cara
mewujudkan Cinta kepada Rasul
Dapat dilandasi dengan cinta
dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq,
tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi
kehidupan oleh sang maha hidup
BAB
3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia
adalah wujud yang
terbentuk dari beberapa gumpalan darah dan daging yang saling menyatu untuk
malakukan fungsi tertentu yang sudah dijadikan sebagai kodratnya. Lalu
cinta adalah rasa sangat
suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya, sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas
kasihan.
Macam-macam
cinta kasih yang bisa dikelompokkan, yaitu : cinta erotis, cinta keibuan, cinta
diri sendiri, cinta sesama/ persaudaraan, cinta terhadap Allah, dan cinta
terhadap Rosul. Untuk mewujudkannya bisa dengan beberapa cara, antara lain :
cara mewujudkan cinta diari sendiri, mewujudkan cinta sesama/persaudaraan,
mewujudkan cinta erotis, mewujudkan cinta keibuan, mewujudkan cinta terhadap
Allah, dan mewujudkan cinta terhadap Rosul. Hal ini sangatlah berbeda walau
intinya memiliki arti cinta.
Adapun
perbedaan cinta dan nafsu, yaitu : cinta bersifat manusiawi,cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat
jasmaniah, dan cinta menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Sedangkan untuk unsurmya : pengasuhan,
contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya, tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar
berdasarkan atas suka rela, perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan
untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya,
dan pengenalan,
merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
3.2 Saran
Perlakukanlah
cinta sebagai suatu penghargaan dan kehormatan yang dapat saling memberikan
keterikatan satu dan lainnya serta tak lupa selipkan kasih yang memberikan
kebahagiaan pada sesama. Sebaiknya jagalah cinta dan kasih sebagaimana apa yang
mungkin dapat diterima nantinya entah itu untuk manusia ataupun makhluk hidup lainnya
cinta kasih takkan pernah lepas dan sangatlah berarti buat kita.
Daftar
pustaka



