TUGAS
PENGANTAR TEKNOLOGI GAME
Definisi
Teknologi Game andalah
Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda
atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan
menggampangkan realisasi hidupnya didalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan
tentang wujud dari karya cipta dan karya seni menusia. Dari sini muncul istilah
teknologi yang berarti ilmu yang mempelajari tentang techne manusia.
Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat
lain. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sisyem atau struktur dalam
eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi juga membentuk dan menciptakan
suatu komunitas manusia yang lain. Teknologi juga penerapan keilmuan yang
mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan
teknik tertentu dalam suatu bidang.
Dan yang kedua
adalah pengertian dari Game. Game adalah sesuatu yang sangat digemari oleh
anak-anak hingga orang dewasa. Game berarti hiburan. Permainan game juga
merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual (intellectual
playability). Sementara kata game bisa diartikan sebagai arena keputusan dan
aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan
intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu
menarik untuk dimainkan secara maksimal.
Beberapa waktu
lalu istilah game yang dalam bahasa Indonesia adalah permainan
identik dengan anak-anak selaku pemain. Tentunya dalam permainan itu
suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang menurut mereka itu dapat
menyenangkan hati mereka. Segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran,
kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu dapat dikatakan
sebagai game. Tetapi yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah game yang
terdapat di komputer, baik off line maupun online.
Perkembangan
Teknologi game
Bukan rahasia umum lagi
jikalau semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak juga lahir inovasi dari
orang-orang kreatif di dunia ini. Dan salah satunya turut mengembangkan
teknologi game, yang mana hal ini rutin berkembang setiap waktu tertentu. Game
memang menjadi satu lahan bisnis yang menjanjikan karena tidak hanya digunakan
oleh anak kecil saja namun orang dewasa juga banyak yang ketagihan dan
menikmati bermain game, terutama game-game berbasis console. Adapun teknologi
ini rupanya memiliki perkembangan beberapa generasi dari tahun ke tahun yang
antara lain;
1. Teknologi Game Generasi Pertama (1952-1975)
·
Game Pertama: Tic-Tac-Toe
Teknologi game rupanya diciptakan pertama kali oleh A.S. Douglas pada tahun
1952 di University of Cambridge. Douglas mendemonstrasikan game buatannya
melalui tesis dalam rangka mengenai interaksi antara komputer dan manusia. Game
pertama yang ada di dunia ini ternyata sangat simpel, yakni sebuah permainan
Tic-Tac-Toe atau XOXO yang diprogram menggunakan komputer EDSAC vaccum-tube,
dimana komputer ini memiliki layar CRT (Cathode Ray Tube).
·
Game Kedua: Tennis for Two
Image:
utexas.edu
Tesis serta teknologi game yang diulas oleh A.S Douglas membuat banyak
orang terinspirasi. Bahkan pada tahun 1958 kemudian, William Higinbotham serta
menciptakan game Tennis for Two yang dimainkan di osiloskop. Sama dengan
Douglas, game ini juga masih sangat sederhana. Antarmukanya sendiri menampilkan
lapangan tennis dari samping dan masih sangat terbatas.
·
Game Ketiga: Spacewar
Image:
arstechnica.net
Beberapa tahun pasca diciptakannya teknologi game pertama atau lebih
tepatnya pada tahun 1961—game selanjutnya hadir bersamaan dengan naik daunnya
teknologi komputer. Komputer pada saat itu masih menjadi barang yang sangat
mewah, dari sini Steve Russel menciptakan game bernama Spacewar karena
terinspirasi dengan kisah fiksi ilmiah karya Edward E Smith berjudul Skylark.
Game Spacewar berhasil diciptakan Russel menggunakan komputer dan memanfaatkan
fitur mainframe MIT PDP-1 yang biasa dipakai untuk perhitungan statistik.
Dengan komputer tersebut, Steve sukses membuat Spacewar.
·
Lahirnya Video Game
Image:
museumofplay.org
Karena teknologi game menjadi pembicaraan hangat pada silam lalu, maka
beberapa mahasiswa memutuskan berinovasi dengan memanfaatkan fasilitas
teknologi yang ada di kampusnya untuk membuat video game lebih menarik
sekaligus turut menyalurkan kreatifitas. Namun pada tahun 1972, teknologi game
lebih berkembang ketika untuk pertama kalinya dirilis perangkat video game
besutan perusahaan Magnavox Odyssey, mereka menciptakan terobosan teknologi
baru dalam dunia game yang mana berhasil menciptakan video game bisa dihubungkan
dengan televisi.
Namun sayangnya tiga tahun berselang yakni pada tahun 1975, Magnavox
Odyssey berhenti memproduksi video gamenya. Tapi mereka justru memperkenalkan
teknologi baru yaitu mikroprosesor berbasis konsol. Hingga akhirnya pihak
Magnavox memproduksi video game jenis baru yang khusus menyajikan game Pong.
2. Teknologi Game Generasi Kedua (1976-1983)
Image:
wikipedia.org
Pada generasi kedua, teknologi game berkembang menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Masa ini dikenal dengan hadirnya grafik 8 bit atau kurang lebih 4
bit dalam sejarah komputer dan video game. Karena di tahun 1976, teknologi game
berhasil dihidupkan kembali oleh Fairchild bersama karyanya yaitu VES (Video
Entertainment System). Dalam dekade generasi kedua ini, banyak perusahaan yang
menciptakan teknologi game berbasis konsol. Seperti Fairchild Channel F,
Magnafox Odyssey versi 2, Attari 2600, hingga Attari 5200.
Dari berbagai besutan tersebut, perusahan-perusahan lain ternyata tidak
dapat mengalahkan teknologi milik Attari 2600. Bahkan pada tahun 1980, berbagai
produsen konsol baru bermunculan dan menjadikan Atari 2600 sebagai desain dan
konsep dasar. Sehingga perkembangan game menjadi semakin maju.
Pada era ini juga terlahir banyak game-game baru yang lebih mengenalkan
suasana 3D seperti Battlezone besutan Atari, Pac Man keluaran Namco, Game &
Watch milik Nintento dan lain sebagainya dari perusahaan lainnya pula.
Meskipun demikian, pada tahun 1983 penjualan konsol video game mulai
berkurang dan banyak orang yang mulai meninggalkannya. Hal ini dikarenakan
kurang kreatifnya para pembuat game. Ditambah lagi dengan perkembangan PC
semakin canggih sehingga membuat banyak orang memutuskan membeli PC ketimbang
konsol video game.
3. Teknologi Game Generasi Ketiga (1983-1986)
Menurunnya penjualan konsol game tidak membuat perusahaan lain menghentikan
produksinya. Bahkan pada akhir tahun 1983 silam, konsol game baru buatan
Nintendo yakni Famicom/Nintendo Entertainment System (NES) resmi diluncurkan.
Lebih hebatnya lagi, FAMICOM merupakan konsol game pertama yang menampilkan
gambar dan animasi beresolusi tinggi. Dan kehadiran perangkat ini tentu saja
disambut baik oleh masyarakat di seluruh dunia. Bahkan game legendaris yaitu
Super Mario juga pertama kali muncul di perangkat besutan Nintendo dan Famicon
ini.
Kehadiran Super Mario akhirnya kembali membuat penjualan konsol game
meningkat, bahkan karena hal ini banyak perusahaan software dan hardware yang
menghentikan produksinya. Mengingat Super Mario pada saat itu terjual sangat
pesat, ini kemudian ditakutkan membuat perangkat lain baik itu software maupun
hardware tidak laku di pasaran sehingga tidak heran karena tidak mau ambil
risiko banyak perusahan yang memilih menghentikan produksinya secara sementara.
Penjualan Super Mario itu akhirnya sekaligus membuat Nintendo memperluas
pemasarannya ke Amerika. Dan mereka berhasil mendominasi pasar video game di
sana, sehingga hal ini secara tidak langsung juga menimbulkan persaingan antar
perusahaan konsol game, yaitu Nintendo yang merupakan pendatang, dengan SEGA
yang notabennya memang bertempat di Amerika.
4. Teknologi Game Generasi Keempat (1988-1993)
Melejitnya penjualan Nintendo bersama Super Mario-nya ternyata bertahan
beberapa lama. Hal ini terbukti pada tahun 1988, Nintendo kembali mengeluarkan
konsol game barunya dengan generasi 16 bit sekaligus membawa perubahan drastis
pada gameplay, tata suara, grafik, dan lain sebagainya. Konsol game baru buatan
Nintendo akhirnya disambut hangat oleh dunia.
Tidak mau tertekan dengan atmosfer kesuksesan Nintendo, SEGA juga turut
merilis konsol game versi baru yaitu Sega Mega Drive dengan kualitas yang
hampir sama. Bahkan, SEGA berhasil membuat konsol game yang memiliki gambar
lebih tajam dan animasi lebih halus ketimbang milik Nintendo. Namun hal itu
rupanya tidak mempengaruhi penjualan perangkat Nintendo di dunia. Perangkat ini
masih bertahan di puncak penjualan tertinggi untuk konsol game.
Konsol game baru milik Nintendo yakni SNES (Super Nintendo Entertainment
System) memang dapat menyaingi SEGA Megadrive pada tahun 1990 silam. Namun
berselang setahun kemudian, SEGA meluncurkan game berjudul Sonic the Hedgehog,
yang akhirnya menarik pecinta game. Karena secara kualitas gameplay, grafik,
dan lain sebagainya tentu game ini jauh lebih baik ketimbang Super Mario milik
Nintendo. Dan akhirnya Sonic the Hedgehog resmi menjadi saingan berat Super
Mario.
5. Teknologi Game Generasi Kelima (1994-1999)
Image:
catawiki.nl
Untuk menyaingi Nintendo dan SEGA, lama tidak terdengar akhirnya Atari
kembali meluncurkan konsolnya yaitu Atari Jaguar yang memiliki kecanggihan
setara SNES dan Mega Drive. Namun sayangnya, penggunaannya yang lebih sulit
membuat pecinta game kurang tertarik. Bahkan di generasi ini juga Sony untuk
yang pertama kali mengeluarkan konsol game berbasis CD. Dan kemudian
mengeluarkan Playstation yang menggunakan teknologi 32 bit.
Kedua konsol buatan Sony akhirnya berhasil menuai kesuksesan dan merebut
perhatian para pecinta game. Konsol berbasis CD-nya saja menjadi salah satu
konsol game terlaris sepanjang masa jauh mengalahkan Nintendo dan SEGA. Tentu
saja merasa tersaingi, kemudian Nintendo kembali mengeluarkan konsol baru yakni
Nintendo 64 dan SEGA merilis SEGA Saturn yang diciptakan untuk mengalahkan
dominasi konsol besutan Sony.
6. Teknologi Game Generasi Keenam (2000-2013an)
Meskipun meluncurkan konsol barunya, tapi nyatanya Nintendo dan SEGA tetap
tidak bisa mengalahkan penjualan Playstation milik Sony. Bahkan pada tahun
2000, Sony semakin merajalela dengan merilis Playstation 2 berbasis DVD dengan
tampilan jauh lebih baik dari semua konsol milik Nintendo dan SEGA. Kehadiran
Playstation 2 akhirnya meninggalkan jauh teknologi game milik kedua perusahaan
yang bersaing ketat di generasi-generasi sebelumnya. Satu-satunya konsol yang
dapat menyaingi Sony yakni hanya milik Microsoft yang diberi nama Xbox.
Persaingan ketat tersebut akhirnya juga membuat SEGA mengakui kekalahannya dan
mereka justru lebih memilih berkonsentrasi di bidang pembuatan game konsol.
Meskipun mendapat saingan baru, Xbox milik Microsoft ternyata tetap tidak
mampu menyaingi persaingan Playstation 2. Pada era tersebut, Playstation 2
menjadi pemuncak penjualan tertinggi untuk konsol game.
7. Teknologi Game Generasi Keenam (Sekarang)
Perkembangan konsol game semakin menjadi pada masa-masa ini, tiga
perusahaan teknologi konsol game yaitu Sony, Microsoft, dan Nintendo masih
bersaing dan terus mengeluarkan konsol-konsol game versi baru buatan mereka.
Sony kembali mengeluarkan Playstation 3-nya dan meneruskan hingga sekarang
Playstation 4. Nintendo masih berusaha bangkit dengan meluncurkan Nintendo Wii,
dan Microsoft memperkenalkan Xbox 360 hingga terbaru Xbox One. Meskipun
demikian, Microsoft dan Nintendo masih tidak dapat mengalahkan konsol game
Playstation 4 milik Sony. Terlebih lagi baru-baru ini juga semakin meningkat
perkembangan sistem game online yang tentu saja melibatkan player-vs-player.
Keseruan tersebut membuat banyak pengguna game yang meninggalkan game-game
single player bernotaben membosankan.
Pendapat saya
mengenai perkembangan teknologi game
Seiring majunya teknologi tentu ada dampak negatif dan positif yang dapat
terjadi jika kita tidak beradaptasi atau memanfaatkan teknologi itu sendiri.Seperti
perkembangan teknologi game sekarang ini membuat kita lebih mudah untuk mencari
game dari berbagai genre yang bisa kita coba. Mulai dari balapan, rpg, atau
strategi.
perkembangan game
belakangan ini pun berhasil menyita waktu anak-anak hingga orang dewasa untuk
menghabiskan waktunya berlama-lama hanya untuk bermain game dan
bermalas-malasan.Bahkan anak remaja dan dewasa sekarang berlomba-lomba untuk
bermain game agar keahliannya dalam bermain game meningkat dan dapat membuat
konten di Youtube sehingga mendapatkan penghasilan, berharap sewaktu-waktu akan
terkenal di Youtube atau di live stream game lainnya, dan tentunya sangat
berharap menjai seorang Professional Gamers dan masuk ke sebuah Team E-sport.
Saya rasa untuk bermain
game tidak terlalu masalah hanya kembali pada diri masing-masing dan mugkin
juga rakyat indonesia mulai tertarik dengan teknologi game yang semakin
canggih,dengan ini saatnya menggembangkan produksi game lokal.
terimakasih
Daftar Pustaka