MAKALAH KONSEPSI ILMU BUDAYA
DASAR DALAM KESUSASTRAAN
NAMA
: FAJAR KURNIAWAN
NPM
: 52417110
KELAS
: 1IA14
UNIVERSITAS
GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
Swt atas rahmat dan karunia-Nya , saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik. Makalah berjudul “Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan”.Dalam
penulisan makalah ini saya banyak belajar dan mencari tahu apa yang ada didalam
materi ini. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terimakasih pada Allah SWT
yang telah memberikan saya kelancaran dalam penulisan makalah ini . saya sadar
bahwa didalam makalah ini tentu saja masih jauh dari kata kesempurnaan, Hal itu
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata, saya memohon maaf
apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia dan sastra pada hakekatnya
satu.Kenyataan inilah yang mempermudah sastra untuk berkomunikasi.Sastra juga
mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra penjabaran
abstraksi.Sastra juga didukung oleh cerita yang bisa diterima oleh semua
lapisan masyarakat.
B.TUJUAN
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah
sebagai bahan untuk mempelajari materi dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
sebagai mata kuliah yang harus dipelajari serta mengambil banyak pelajaran
budaya dasar itu sendiri dalam materi ini.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu konsepsi budaya dalam
kesusastraan?
2. Bagaimana kita mengerti tujuan adanya
konsepsi tersebut?
3. Apa yang dapat kita pahami dari nilai –
nilai kesusatraan yang masuk dalam budaya yang terkandung itu?
BAB 2
PEMBAHASAN
A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Ilmu budaya dasar pada awalnya dinamakan
basic humanities.Istilah ini berasal dari bahasa latin humanus yang berarti
manusiawi,halus. Hampir di setiap jaman,seni termasuk sastra yang memegang
peranan penting.Ini dikarenakan seni merupakan ekspresi
nilai-nilai kemanusian.Seni memegang peranan penting karena
nilai-nilai kemanusian yang normatif.Hampir di setiap jaman seni mempunyai
peran penting.Karena sastra menggunakan bahasa,sementara itu bahasa mewakili
pernyataan manusia.Manusia dan sastra pada hakekatnya satu.Kenyataan inilah
yang mempermudah sastra untuk berkomunikasi.Sastra juga mudah berkomunikasi
karena pada hakekatnya karya sastra penjabaran abstraksi.Sastra juga didukung
oleh cerita yang bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang
diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan
untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam
pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai
salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas
wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada
waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui
sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti
cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak
diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai
alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa
untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan
sebagainya.Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau
sebagian dart disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa
diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.
B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN
DENGAN PROSA
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang
dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih
besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa
berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan
prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya,
prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat,
serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu
prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum
terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa
aturan apa pun. Adapun unsur-unsur instrik dalam prosa:
1. Tema adalah tentang apa prosa tersebut
berbicara
2. Amanat atau pesan yaitu nasehat yang
hendak disampaikan kepada pembaca
3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa
yang membentuk cerita
4. Perwatakan atau karakteristik atau
penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku
5. Sudut pandang adalah cara pengarang
menempatkan diri
6. Sudut pandang orang pertama adalah
pengarang sebagai pelaku
7. Sudut pandang orang ketiga adalah
pengarang tidak menjadi pelaku
8. Latar atau seting adalah gambaran atau
keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya
peristiwa
9. Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa
·
Jenis
– jenis Prosa
Prosa terbagi menjadi Prosa
lama dan prosa baru.
Jenis- jenis Prosa lama :
· Dongeng
Dongeng merupakan cerita
yang banyak diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin
terjadi. Contoh: Pangeran Buruk Rupa, Si Kancil dan Buaya.
· Hikayat
Hikayat adalah cerita karya
sastra lama yang berbentuk riwayat yang mengisahkan hal-hal di luar kenyataan
yang berkembang di lingkungan istana.
Ciri-ciri Hikayat yaitu :
1.
Bersifat
istana centris
2.
Anonim(nama
pengarang tidak di cantumkan).
3.
Berkembang
secara stetis.
4.
Bersifat
imajinatif,hanya bersifat khayal.
5.
Lisan,karena
di sebarkan lewat mulut ke mulut.
6.
Berbahasa
klise,meniru bahasa penutur sebelumnya.
7.
Bersifat
logis, menggunakan logika sendiri tidak sesuai dengan logika sendiri.
C.NILAI-NILAI DALAM PROSA
Prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh
pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan keistimewaannya,
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu,
dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing
selama hidupnya, dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah
lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2. Prosa fiksi memberikan informasi fiksi
memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural prosa fiksi dapat
menstimuli imajinasi, dan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari
warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan prosa
fiksi dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak
individu; lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau
rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam
kehidupan sendiri; dapat memperluas dan memperdalam persepsi wawasannya tentang
tokoh, hidup, dan kehidupan manusia; serta akan terbentuk keseimbangan
wawasannya, terutama dala menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang
mungkin sangat berlainan dari pribadinya.Berkenaan dengan moral, karya sastra
dibagi menjadi 2(dua),
a. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya,
yang tujuannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya,
contohnya Karya Sastra di Jaman Jepang.
b. Karya sastra yang menyuarakan gejolak
jamannya, tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk
merenung.
Kedua macam karya sastra itu selalu
menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan menyajikan interaksi
tokoh-tokohnya yang mempunyai temperamen, pendirian, dan kemauan yang
berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik, yang dapat terjadi dalam diri tokoh
sendiri maupun diantara tokoh satu dengan tokoh lainnya.
D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN
DENGAN PUISI
memang puisi merupakan suatu seni sastra
dan tidak ada hubungannya dengan IBD tapi seni sastra juga merupakan bagian
dari kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan.
·
puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan
manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara
padu dan utuh di padatkan kata-katanya.dalam kata lain puisi merupakan
ungkapan jiwa dari penulisnya
·
Puisi dapat menggambarkan apa saja yang ingin disampaikan oleh
penulis.kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh
kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
·
Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan,
alegori, dsb.
·
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda,
banyak tafsir.
·
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana
tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan
memukau.
·
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri
tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Pengulangan, yang berfungsi
untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
beberapa alasan mengapa puisi dikaitkan
dengan Ilmu Budaya Dasar:
1. Karena puisi merupakan bagian dari
kesenian dan kesenian merupakan unsur kebudayaan
2. Puisi mencerminkan budaya si penulis
3. Puisi memiliki berbagai gaya bahasa dan
bahasa adalah salah satu unsur kebudayaan puisi dipakai sebagai media sekaligus
sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di
dalam buku Ilmu Budaya Dasar.
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan
sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan.
Maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa
penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang
artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.Kepuitisan,
keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair
dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa (figurative language)
2. Kata-kata yang ambiquitas
3. Kata-kata berjiwa
4. Kata-kata yang konotatif
5. Pengulangan
Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis
dan sukar dicerna,puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan
suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehidupan menusia dan kaitan
kehidupannya dengan alam dan Tuhan. Dan puisi merupakan hasil penghayatan dan
pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang
diekspresikannya melalui bahasa yang artistik.
Alasan-alasan yang mendasari penyajian
puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup
manusia
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
3. Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai
etika, estetika dan kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak
mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih. Misalnya :
1. Rendra dengan puisinya “Episode”, yang melukiskan
betapa kemesraan cinta begitu merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang
sedang menjalin cinta.
2. “Padamu Jua”, mengungkapkan pandangan
hidup ketuhanan dan ratapan Amir Hmzah yang hancur luluh karena tali cintanya
yang telah begitu mesra dengan seorang gadis Jawa direnggut dan diputuskan oleh
ayahnya, yang akan menjodohkan puteranya dengan gadis pilihan ayahnya yang
masih terbilang kemenakannya sendiri.
Puisi merupakan sesuatu yang hidup dalam
alam metafisis, suatu impian yang berkepribadian sehingga sukar dihayati
isinya.
Contoh Prosa dan Puisi
Prosa “Menembus Waktu”,yang menggambarkan
:
1. Manusia dan harapan
2. Manusia dan cinta kasih
3. Manusia dan keadilan
4. Manusia dan penderitaan
5. Manusia dan tanggung jawab
6. Manusia dan pandangan hidup
7. Manusia dan kegelisahan
Dalam “Balada Penantian”, penyair Rendra
mengekspresikan penghayatan dan pengalaman batinnya terhadap kemalangan dan
penderitaan seorang gadis yang selalu menantikan kedatangan kekasihnya yang tak
pernah kunjung datang, meskipun ia begitu kasmaran.
Asrul Sani dengan sajaknya “Surat Dari
Ibu”, mengungkapkan betapa tulus cinta dan kasih sayang seorang Ibu kepada
anaknya. Bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasihat dan petuah-petuah
agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negeri seberang, dan mencari pengalaman
hidup sebanyak-banyaknya.
contoh puisi :
PADAMU JUA
habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu
kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas
nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai
kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
matahari bukan kawanku..
BAB 3
KESIMPULAN
Banyak ilmu sastra yang mengandung unsur
budaya, seperti prosa dan puisi diatas, untuk kita dapat mengerti arti yang
terkandung disetiap puisi atau prosa itu kita butuh pendalaman dan pengalaman
untuk memahami hal ini, oleh karena itu kesusatraan sangat berkaitan dengan
budaya.
DAFTAR
PUSTAKA

0 komentar:
Posting Komentar